Mulai Dengan Baik dan Yakin Kalau Semuanya Akan Baik-Baik Saja


Hai, kamu boleh manggil aku pake nama Nisak. Nggak perlu pake Yu. Atau kalau mau, terserah, aku punya banyak banget panggilan, Nisa, Yunisa, Yuni, Yuyun, Ichun, Soli, Mama, Memsye, dan banyak lainnya, tergantung siapa yang manggil. Tapi kalo diserahkan padaku, aku mau kamu manggil aku Nisak.
Ya, itu perkenalan namaku. Okey, sebelum-sebelumnya aku biasa nulis artikel atau sesuatu yang nggak berdasarkan tema. Ya, kali ini aku muncul dengan sesuatu yang sedikit berbeda. Ting tung! Aku bakal bererita tentang kehidupanku buat belajar di negeri seberang. Ya, cuman di seberang kok, nggak jauh-jauh amat. Di Negara Brunei Darussalam. Yuhuu!
So, sebelum aku jelasin keseharianku, aku mau cerita dulu nih tentang persiapan!
Persiapan apaan? Ya, persiapan pemberangkatan! Oh, atau mau aku jelasin dulu persyaratan buat bisa kulian di sini? Oke. Aku mulai dari sana.
PERSYARATAN
Okey, aku berangkat atas nama Program UNAIR SATRIA (Universitas AIrlangga Student Ambassador for International Program). Nggak usah nanya gimana cara nyingkatnya jadi “UNAIR SATRIA” aku juga nggakpaham haha. Ya, persyaratannya mirip seperti persyaratan untuk daftar program ke luar negeri lainnya Rek (read:guys). Kalian perlu mempersiapkan beberapa hal
1.      CV dalam Bahasa Inggris
2.      Transkrip Nilai (biasanya minta format Bahasa Inggris dan dilegalisasikan ke Fakultas dengan TTD Wakil/Pembantu Dekan dan Stempel), dengan nilai minimal 3. Eh ini nggak selalu ada sih, kadang ada, kadang nggak.
3.      Motivation Letter. Ini sama dengan surat motivasi lainnya. Kamu perlu menuliskan motivasimu mengikuti program ini. Tunjukkan semangat juang dan kualifikasi terbaikmu untuk bisa ikut program terkait.
4.      Recommendation Letter. Nah, sama juga dengan namanya, ini adalah surat rekomendasi yang memang seharusnya ditulis oleh orang yang memberikan rekomendasi. Siapa aja? Boleh Dosen Wali, Dosen yang mengerti kondisimu dengan baik, Dekan atau Wakil Dekan, dan mungkin Professor dari Fakultasmu.
5.      English Proficiency/ Sertifikat Bahasa Inggris. Nah ini sertifikat yang memang menunjukkan berapa nilai TOEFL/IELTS mu. Rata-rata sih minimal TOEFL 500. Jarang ada yang minimal 550 walaupun ada.
6.      Passport. Kalau mau ke luar negeri tentu kamu harus punya passport yang masih aktif kan? Oke, siapkan ini sebalum mungkin kamu mau jalan-jalan ke luar negeri.
7.      SKCK. Ya, ada beberapa negara yang ngasih syarat buat kamu punya SKCK (masih aktif, dan format Bahasa Inggris)
8.      Dan kalau diterima, kalian harus ngurus beberapa syarat lagi, misalnya Asuransi Kesehatan (yang bisa dipake di luar negeri), Tes Kesehatan, dan Visa (kalau ASEAN nggak perlu Visa, kecuali melebihi 3 bulan).
Nah begitulah singkatnya persyaratan yang perlu disiapkan untuk pergi. Oke, balik lagi ke hal-hal yang perlu disiapkan sewaktu pra pemberangkatan.
1.      Passport dan Visa
Pastikan passport masih valid sampai kamu pulang lagi dan persiapkan hal-hal untuk keperluan pembuatan Visa. Kamu bisa menghubungi kantor urusan internasional di kampusmu tentang ini. (kalau di UNAIR ada International Office and Partnership)
2.      Tiket dan persiapan perjalanan
Beli tiket jauh-jauh hari biar nggak mahal dan pastikan sesuai dengan budgetmu. Siapkan uang relevan dengan negara tujuanmu, dan juga termasuk negara transitmu (pesawat murah Air Asia biasanya transit di Kuala Lumpur International Airport). Kamu bisa sih tukar uang di Bandaranya juga. Yang jelas persiapkan uang cash yang cukup. Oh iya, ada juga mungkin pajak waktu di Bandara dan hmmm mungkin kamu mau ngenalin uang Indonesia ke orang-orang yang kamu temui di luar negeri.
3.      Academic Status
Kalau memang mau cuti akademik, kamu perlu mengurus surat cuti ke rektorat pendidikan masing-masing. Silahkan tanya ke bagian akademik Fakultasmu ya. Atau kamu mau mengurus surat pembebasan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau SPP per semesternya? Ya, pastikan semuanya terselesaikan sebelum kamu berangkat. Ini kalau memang memerlukan waktu lama. Tetapi kalau cuman seminggu, dua minggu, ini tidak perlu.
4.      Kesehatan
Jika kamu memiliki riwayat kesehatan yang memang memerlukan konsultasi, kamu perlu menghubungi dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu. Nah, seperti yang kubilang di atas, ada juga permintaan untuk mengurus Health Insurance and also Medical check. It will make sure you’re in good condition and make sure you have insurance.
5.      Booking Hotel, Asrama, or Family House
Pastikan ada tempat untukmu untuk tinggal. Kan nggak nyaman juga kalau di negara tetangga, kita kayak orang ilang nggak ngerti tujuan. Ya kalau rombongan sih nggakpapa, kalau sendiri kan bahaya. Hehe
6.      Banking and your money
Pastikan kamu memiiki cukup uang berupa cash money. Jika tidak mau membawa uang cukup, kamu perlu memastikan kamu memiliki kartu ATM yang bisa digunakan secara Internasional.
7.  Colokan. Ini penting, karena sekarang listrik merupakan kebutuhan wajib kita hahaha. Pastikan colokanmu sesuai dengan colokan standart di negara tujuanmu.
8.      Beasiswa, Sponsor, dan biaya Pribadi
Kamu perlu memastikan pembiayaan hidup dan programmu selama di negara orang. Pastikan apakah kamu memiliki beasiswa, mencari sponsor dengan proposal, atau biaya pribadi.
9.      Gifts
Biasanya, akan ada semacem buddy friend di negara tujuanmu. Dan mungkin juga akan ada supervisor yang akan membantumu di perkuliahan. Ya, sebaiknya kamu membawakan mereka sesuatu sebagai hadiah.
10.  Tas Bagasi dan Tas Bawaan
Packing barang bawaanmu dengan baik. Jangan sampai ada yang tertinggal. Pastikan berat kopermu sesuai dengan jatah bagasimu, dan jaga barang pentingmu di tas bawaanmu (laptop, dokumen penting, passport, uang). Pengalamanku, baru kali ini koperku rusak hehe, entahlah habis kebanting model gimana nih koper sampai gagangnya rusak, jadi susah digelindingin. 
Okay, sekian cerita singkatku, sampai ketemu di halaman curhat selanjutnya…
Best Regard,

Yunisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibuk

Bapak

Adek